Yogyakarta, 15 Maret 2025 – Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (HMP UGM) sukses menggelar acara BUKBER AKBAR & PENYALURAN DONASI sebagai bagian dari rangkaian program RAMADHAN SERIES 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bidang Aksi Sosial (AKSOS) HMP UGM 2025 dengan kolaborasi dari seluruh bidang dan departemen HMP UGM, bertempat di Yayasan Sayap Ibu 2, Yogyakarta. Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta berbagi kebahagiaan dengan anak-anak di Yayasan Sayap Ibu 2. Dengan tema kebersamaan dan kepedulian sosial, kegiatan ini mencerminkan semangat mahasiswa pascasarjana UGM dalam menjalankan nilai-nilai kemanusiaan dan pengabdian masyarakat.
Yogyakarta, 24 Februari 2025 – Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (HMP UGM) Kabinet Kolaborasi Inovasi telah sukses menggelar kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja pada 22-23 Februari 2025 di Auditorium MMA Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kepengurusan serta menyusun strategi dan program kerja dalam satu periode kepengurusan ke depan. Seluruh peserta yang hadir merupakan anggota kepengurusan HMP UGM yang berkomitmen untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh dedikasi.
Pada tanggal 19-20 Desember 2024, Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (HMP UGM) sukses mengadakan Pra-Rapat Kerja (Pra-Raker) di Ruang 209 Gedung BA Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis untuk merancang dan mematangkan program kerja seluruh Departemen dan Bidang di bawah Kabinet Kolaborasi Inovasi HMP UGM periode 2025.
Pra-Raker dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Departemen dari delapan departemen, serta para ketua bidang yang mewakili sembilan bidang di bawah naungan HMP UGM. Agenda utama Pra-Raker adalah penyampaian dan pembahasan usulan program kerja dari setiap departemen dan bidang, dengan tujuan menciptakan sinergi dalam pelaksanaan kegiatan selama satu periode ke depan. Dalam sambutannya, Irham Dani, S.S., Ketua HMP UGM 2025, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas departemen dan bidang untuk mendukung visi kabinet, yaitu “Bergerak Bersama, Berkarya Luar Biasa.”
Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMP) Universitas Gadjah Mada (UGM) telah sukses melaksanakan kegiatan pelantikan pengurus HMP UGM 2024 Kabinet Harmoni. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Sinergitas Pengurus HMP UGM Demi Tercapainya Harmonisasi Antar Lembaga”.
Pelantikan dilaksanakan pada Senin (17/2) lalu di Auditorium Lantai 5, Gedung Pascasarjana UGM. Ketua terpilih beserta jajaran pengurus HMP UGM lainnya dilantik oleh Direktorat Kemahasiswaan UGM yang diwakili oleh Ibu Desi Yulianti, S.E., M.Acc. Proses serah terima jabatan dilakukan secara simbolis dilakukan dari Al Firqan Anshari, S.K.M selaku ketua umum HMP UGM 2023 sebelumnya kepada apt. Muhammad Erick Mutaqin, S.Farm selaku ketua umum terpilih HMP UGM 2024. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi untuk menandai kepengurusan HMP UGM yang baru.
“Pada tanggal 26 Agustus 2019 Presiden Joko Widodo dalam pidatonya menyerukan rencana perpindahan ibu kota dari pulau Jawa ke pulau Kalimantan yaitu di Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini sebagai upaya menanggulangi berbagai macam permasalahan yang disebabkan terbatasnya daya dukung lahan ibu kota saat ini karena pertumbuhan di berbagai sektor yang semakin pesat. Mengusung konsep smart city, pembangunan ibu kota baru menjadi sebuah tantangan terutama bagi Indonesia yang masih berada dalam badai Revolusi Industri 4.0 dan SDGs.”
“Salah satu perjuangan Komnas Perempuan untuk melindungi para perempuan Indonesia adalah dengan memperjuangkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Akan tetapi dalam perjalanannya, ternyata tidak sedikit pihak-pihak yang tidak mendukung disahkannya RUU PKS ini.”
Pada Selasa, 30 April 2019, bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) HMP UGM menyelenggarakan kegiatan sharing session yang merupakan salah satu kegiatan dari program kerja Aksi Cinta Anak dan Perempuan. Sharing session kali ini membahas isu-isu perempuan mengenai “Pelecehan Seksual: Masihkah Kita Abai?” dengan pembicara Bapak Sisparyadi, S.Sos dari Pusat Studi Wanita UGM.
Kekerasan seksual masih marak terjadi di Indonesia. Menurut data dari Komnas Perempuan (2018), kekerasan seksual menempati urutan kedua kasus kekerasan terbanyak setelah kasus kekerasan fisik, yakni sebanyak 2.979 kasus. Jumlah kasus tersebut belum termasuk kasus-kasus di lapangan yang belum terlaporkan. Kekerasan seksual memiliki beragam bentuk, diantaranya: (a) perkosaan; (b) perdagangan perempuan untuk tujuan seksual; (c) pelecehan seksual; (d) penyiksaan seksual; (e) eksploitasi seksual; (f) perbudakan seksual; (g) intimidasi/serangan bernuansa seksual, termasuk ancaman/percobaan perkosaan; (h) kontrol seksual, termasuk pemaksaan busana dan kriminalisasi perempuan lewat aturan diskriminatif beralasan moralitas dan agama; (i) pemaksaan aborsi; (j) penghukuman tidak manusiawi dan bernuansa seksual; (k) pemaksaan perkawinan, termasuk kawin paksa dan kawin gantung; (l) prostitusi paksa; (m) pemaksaan kehamilan; (n) praktik tradisi bernuansa seksual yang membahayakan atau mendiskriminasi perempuan.
Hingga saat ini belum ada undang-undang yang mengatur secara menyeluruh mengenai penegakan hukum bagi beragam jenis kasus kekerasan seksual. Undang-Undang Perlindungan Anak hanya mengatur mengenai eksploitasi seksual dan persetubuhan yang dilakukan terhadap anak, sedangkan KUHP hanya mengatur mengenai kasus perkosaan. Padahal, kekerasan seksual dapat terjadi pada siapa pun di segala kelompok usia, oleh siapa pun dan dimana pun. Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS) disusun guna memberikan intervensi secara menyeluruh terhadap beragam jenis kasus tersebut, baik dari aspek korban maupun pelaku. Namun, masih terdapat pro dan kontra dari masyarakat mengenai adanya RUU-PKS, yang menyebabkan lambatnya pembahasan dan pengesahan RUU-PKS.
Perlu disadari bahwa menurunnya angka kekerasan terletak di antara keseimbangan antara undang-undang dan edukasi terhadap masyarakat. Pencegahan terhadap kasus kekerasan seksual dapat dimulai dengan melakukan pencegahan kekerasan berbasis gender. Kekerasan berbasis gender merupakan cikal bakal dari terjadinya kekerasan seksual. Kekerasan berbasis gender adalah segala bentuk kekerasan yang memiliki atensi ketimpangan antara salah satu gender baik dalam rangka merendahkan, memarginalkan, isolasi dan lain sebagainya. Sedangkan kekerasan seksual adalah kekerasan berbasis gender dengan catatan memiliki atensi relasi antara dua gender yaitu laki-laki dan perempuan.
Pencegahan terhadap kekerasan berbasis gender dimulai dengan merubah pola pikir masyarakat mengenai konsep gender. Berikut konsep-konsep yang perlu ditanamkan:
- Norma yang ada di masyarakat untuk tidak membeda bedakan sesuatu berdasarkan gender.
- Kecakapan mengenai pengetahuan seksual dan lain sebagainya.
- Edukasi bagaimana menghindari kekerasan seksual.
- Edukasi sikap baik perempuan maupun lelaki terhadap lawan jenis dimulai sejak anak anak.
- Edukasi masyarakat agar masyarakat memiliki sifat responsif terhadap kekerasan yang terjadi di masyarakat.
Dari hasil pemaparan dan diskusi diperoleh kesimpulan bahwa intervensi sebaiknya tidak hanya berfokus kepada pelaku, tetapi juga upaya pemulihan kondisi psikologis korban. Selain itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan menanamkan budaya pro kesetaraan gender, sehingga tidak terjadi ketimpangan gender yang berisiko menyebabkan pelecehan seksual.
“Kekerasan seksual, kasus dimana korban yang harus menanggung malu, bukan pelaku“
–
Dinar W
Raden Ajeng Kartini adalah perempuan yang lahir di Jepara, 21 April 1879 (Wikipedia.org). R.A. Kartini merupakan seorang tokoh Jawa dan Pahlawan serta dianggap sebagai pahlawan kesetaraan gender, sehingga setiap 21 April diperingati Hari Kartini.Bukan hanya itu saja, Kartini dianggap sebagai perempuan terdidik dan pelopor emansipasi wanita Indonesia. Dulu pada masanya, perempuan hanya diperbolehkan tinggal dirumah untuk memasak, menjahit, dan melayani suami. Kartini dulu menginginkan untuk melamjutkam pendidikan ke Belanda, karena menurutnya seorang perempuan tetap harus memiliki hak yang sama dengan pria terhadap pendidikan. Sebagai perempuan jawa, Kartini memiliki keberanian untuk melawan tradisi yang sebenarnya membatasi para perempuan untuk diseterakan gendernya oleh kaum laki-laki. Sampai saat ini, Kartini menjadi inspirasi bagi para perempuan di Indonesia dan di Dunia.
Kemandirian dan keberanian yang ada pada jiwa Kartini, menjadikan inspirasi bagi para perempuan Indonesia untuk menjadi wanita yang lebih mandiri dan berani dalam menghadapi kejamnya dunia. Berikut ini merupakan wanita-wanita yang disebut wanita masa kini:
- Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019. Sejak dilantik hingga kini, Susi Pudjiastuti tidak lepas dari pemberitaan. Menurut (Foreignpolicy.com) “Susi Pudjiastuti berkomitmen untuk meregenerasi stok ikan dalam negeri dengan mengakumulasikan kekuatan penggemar dan musuhnya. Dia tidak segan untuk menakut-nakuti, Susi dikenal karena berani meledakkan kapal yang ditangkap karena menangkap ikan secara illegal diperairan territorial Indonesia. Pendekatan ini dinilai tepat karena terbukti menurunkan angka perburuan liar. Tapi disisi lain langkahnya ini menimbulkan ketegangan diplomatic dengan china”. Berdasarkan kutipan diatas diketahui bahwa Susi Pudjiastuti telah menenggelamkan sebanyak 488 kapal hingga akhir 2018 (Tribunnews.com/Chaerul Umam). Selain itu Susi Pudjiastuti masuk kedalam The BBC 100 Woman, beliau dianggap sebagai sosok yang menginspirasi dan memberikan kontribusi positif (Popbela.com/Niken Ari Prayitno).
- Tri Rismaharini
Tri Rismaharini merupakan sosok perempuan yang menjabat sebagai walikota Surabaya pada periode 2010-2015 dan 2016-sekarang. Kiprahnya sebagai walikota menorehkan banyak prestasi sehingga tidak mengherankan jika beliau memimpin sebagai walikota Surabaya sebanyak dua periode ini. Tri Rismaharini pernah mendapatkan penghargaan Mayor of The Month sebagai walikota terbaik pada Februari 2014 oleh Coty Mayor Foundation dan pernah masuk nominasi 10 wanita paling insporatif 2013 versi Majalah Forbes pada tahun 2013 (jpnn.com/awa). Dengan prestasi yang dihasilkan, dapat menjadikan inspirasi bagi perempuan di Indonesia untuk yakin terhadap mimpi untuk mendapatkan hasil terbaik yang telah dikerjakannya.
- Dian Pelangi
Dian Pelangi merupakan sosok perempuan yang berbakat dalam dunia perancangan busana atau fashion designer dalam nuansa muslim. Ditahun kesepuluh karirnya lalu, dian pelangi mencetak prestasi dengan berhasil masuk kedalam 30 daftar generasi muda yang inspriatif dan memiliki pengaruh besar pada lingkungan versi Forbes 2018 (wolipop.com/Silmia Putri). Dian pelangi telah menjadi sumber inspirasi para muslimah dunia, karena berkat karya yang dihasilkan.
Pusat Studi Wanita merupakan wadah yang penting dalam memberikan pendidikan dan pelatiahan serta perlindungan berbasis advokasi hususnya terhadap perempuan dan anak serta permasalahan Gender. Menyadari pentingnya wadah perlindungan dan tanggap permasalahan perempuan khususnya di wilayahan Yogyakarta dan pentingnya lembaga riset di tiap Perguruan Tinggi untuk melakukan pengkajian terhadap isu-isu gender, membuka inisiatif Universitas Gadjah Mada sebagai salah satu universitas bergengsi dan terbaik di Indonesia dengan membentuk pusat studi wanita.
Himpunan Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (HMP UGM) telah melakukan kunjungan ke Pusat Studi Wanita Universitas Gadjah Mada (PSW UGM) dalam rangka mengetahui seputar tugas dan fungsi Pusat Studi Wanita Universitas Gadjah yang pada prinsipnya berperan penting terhadap kesetaraan dan keadilan gender dalam tataran akademis maupun nonakademis. Dari hasil kunjungan tersebut telah diperoleh informasi seputas sejara berdiri, tugas, fungsi dan kegiatan pusat studi wanita universitas gadjah mada. Pusat Studi Wanita UGM didirikan berdasarkan Surat Keputusan Rektor No UGM/02/UM/01/37 tanggal 1 Maret 1991. PSW UGM sebagai institusi di bawah naungan UGM turut berperan aktif menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Adapun pusat studi wanita universitas gadjah mada pada prinsipnya mengedepankan Riset atau penelitian. Adapun program yang dilakukan yaitu program pendidikan dan pelatihan, program penelitian dan program pengabdian masyarakat. dengan beberapa prioritas kegiatan yaitu :
Perjalanan mahasiswa sebagai agent of change selalu penuh dengan tantangan mulai dari urusan akademik sampai dengan urusan keuangan yang kala sering disebut sebagai mahasiswa “kere”. Ketergantungan mahasiswa terhadap orang tua adalah sebuah penyakit sosial bahwa seseorang yang sudah menyandang gelar kata “maha” masih mengemis minta kiriman uang untuk bisa bertahan hidup. Seyogyanya mahasiswa sudah bisa mandiri dan berpenghasilan walaupun masih berstatus pelajar, kesadaran ini yang harus dimiliki oleh mahasiswa sebagai agen perubahan. Sebagai subjek perubahan, mahasiwa harus mampu membangun kesadaran dalam dirinya sendiri dalam lingkungan intelektual. Di dalam generasi milenial sekarang ini mengarah pada teknologi komunikasi sangat sulit untuk mencari lapangan kerja yang kiranya bisa dijadikan alternatif oleh mahasiswa perantau agar berpenghasilan dan mandiri, peluang usaha juga semakin sempit menjadi sebuah tantangan bahwa untuk bisa mandiri tidak semudah membalikan telapak tangan. Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada melalui Biro Dana dan Usaha dengan melihat tantangan tersebut mencoba memberikan penawaran kepada mahasiswa pascasarjana melalui project PASCASTORE untuk bergabung untuk mendirikan sebuah perusahaan.
Pasca store merupakan unit usaha HMP UGM sebagai wadah bagi mahasiswa pascasarjana untuk menciptakan peluang bisnis dengan konsep terstruktural yang dapat menopang kebutuhan finansial mahasiswa sehingga bisa mandiri. Pasca store HMP UGM akan memfasilitasi teman teman mahasiswa pascasarjana yang ingin berinvestasi dengan sistem bagi hasil deviden (share profit) dengan jangka waktu yang telah ditentukan dan disepakati bersama. Pengelolaan usaha dilakukan oleh biro dana dan usaha yang merupakan bagian dari struktur pengurus HMP UGM 2019. Adapun bidang usaha yang ditawarkan adalah merchandise pascasarjana, konveksi dan percetakan, cafe, dan agen travel.
Lokasi toko Pascastore berada di Jln. Lembah UGM, Caturtunggal, Kec. Depok Sleman Yogyakarta dimana lokasi tersebut sangat prospektif karena berada didaerah keramaian yang selalu dilewati oleh mahasiswa, selain itu lokasi tersebut merupakan jalan poros dan berada di antara kampus UGM dan kampus UNY. Pada bulan April 2019 pascastore direncanakan sudah beroperasi dan saat ini kami membuka peluang investasi, jika berminat silahkan hubungi : Hendri (085342289245) Ketua Biro Dana dan Usaha HMP UGM sekaligus penanggung jawan pasca store.
Manajer masa kini dituntut untuk cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan lingkungan yang berlangsung cepat. Tingginya dinamika atau cepatnya perubahan di berbagai factor antara lain kemajuan teknologi yang berlangsung cepat , pengaruh globalisasi, demografi tenaga kerja global yang berubah dan lain-lain terlebih lagi disektor kesehatan karena kesehatan merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam hal tenaga kesehatan, Indonesia mengalami kekurangan pada hampir semua jenis tenaga kesehatan yang diperlukan. Permasalahan besar tentang SDM adalah inefisiensi dan inefektivitas SDM dalam menanggulangi masalah kesehatan. Walaupun rasio SDM kesehatan telah meningkat, tetapi masih jauh dari target Indonesia Sehat dan variasinya antar daerah masih tajam.
Melihat masalah kesehatan yang terjadi sekarang, maka seorang manajer dituntut untuk membangun strategi-strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tantangan manajer masa kini adalah merespons perubahan-perubahan eksternal agar faktor-faktor lingkungan internal perusahaan menjadi kuat dan kompetitif untuk itu diperlukan strategi manajemen sumber daya manusia dan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas. Adapun yang menjadi strategi-strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut yakni: strategi manajemen Sumber daya manusia dan strategi sumber daya manusia kesehatan.
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah faktor sentral dalam suatu organisasi. Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Sedangkan MSDM berarti mengatur, mengurus SDM berdasarkan visi perusahaan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara optimum. Karenanya, MSDM juga menjadi bagian dari Ilmu Manajemen (Management Science) yang mengacu kepada fungsi manajemen dalam pelaksanaan proses-proses perencanaan, pengorganisasian, staffing, memimpin dan mengendalikan. MSDM juga dirtikan sebagai Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan (fungsi manajer) serta pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian dan pemeliharaan tenaga kerja (fungsi operasional).
Manajemen SDM memiliki Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab : (a) Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja, dimana Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya. Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasar tenaga kerja, dan lain sebagainya, (b) Rekrutmen tenaga, dimana Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan SDM oraganisasi. Dalam tahapan ini diperlukan analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan dan juga spesifikasi pekerjaan, (c) Seleksi tenaga kerja, dimana Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. (d) Pengembangan dan evaluasi karyawan, diamana Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada, (e) Memberikan kompensasi dan proteksi, dimana kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai.Kompensasi yang tidak sesuai bisa menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu.
Sumber daya manusia kesehatan (SDM Kesehatan) merupakan tatanan yang menghimpun berbagai upaya perencanaan. Pendidikan, dan pelatihan, serta pendayagunaan tenaga kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi- tingginya. Tenaga kesehatan adalah semua orang yang bekerja secara aktif dan profesional di bidang kesehatan, berpendidikan formal kesehatan atau tidak, yang untuk jenis tertentu memerlukan upaya kesehatan. Ada 2 bentuk dan cara penyelenggaraan SDM kesehatan, yaitu : (a) tenaga kesehatan, yaitu semua orang yang bekerja secara aktif dan profesional di bidang kesehatan berpendidikan formal kesehatan atau tidak, yang untuk jenis tertentu memerlukan upaya kesehatan. (b) SDM Kesehatan yaitu tatanan yang menghimpun berbagai upaya perencanaan, pendidikan dan pelatihan serta pendayagunaan tenaga kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya.
Tujuan SDM Kesehatan, secara khusus bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang memiliki kompetensi sebagai berikut: (a) Mampu mengembangkan dan memutakhirkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang promosi kesehatan dengan cara menguasai dan memahami pendekatan, metode dan kaidah ilmiahnya disertai dengan ketrampilan penerapannya didalam pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia kesehatan, (b) Mampu mengidentifikasi dan merumuskan pemecahan masalah pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia kesehatan melalui kegiatan penelitian, (c) Mengembangkan/meningkatkan kinerja profesionalnya yang ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan kesehatan, merumuskan dan melakukan advokasi program dan kebijakan kesehatan.
Referensi:
Donni, 2014. Perencanaan dan pengembangan SDM, alfabeta, bandung.
Kepmenkes No 850/MENKES/SK/V/2000: kebijakan pengembangan tenaga kesehatan tahun 2010. “Pemanfaatan dan Pemberdayaan Sumber Daya Kesehatan” dikutip dari http://www.perpustakaan-depkes. 18 September 2015, 20:00 WIB, Yogyakarta.